Selasa, 20 September 2011

TAKBIR, TAHLIL DAN TASBIH

Dalam beberapa film perjuangan kita sering melihat dan mendengar kalimat takbir (Allohu Akbar) diserukan dengan keras sebelum berperang menunjukan kami adalah orang iman. Bagaimana dengan haditsnya ya? Dibawah ini adalah beberapa hadits dari Bukhori mengenai Takbir.


2991 - حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ صَبَّحَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْبَرَ وَقَدْ خَرَجُوا بِالْمَسَاحِي عَلَى أَعْنَاقِهِمْ فَلَمَّا رَأَوْهُ قَالُوا هَذَا مُحَمَّدٌ وَالْخَمِيسُ مُحَمَّدٌ وَالْخَمِيسُ فَلَجَئُوا إِلَى الْحِصْنِ فَرَفَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَيْهِ وَقَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ خَرِبَتْ خَيْبَرُ إِنَّا إِذَا نَزَلْنَا بِسَاحَةِ قَوْمٍ {فَسَاءَ صَبَاحُ الْمُنْذَرِينَ} وَأَصَبْنَا حُمُرًا فَطَبَخْنَاهَا فَنَادَى مُنَادِي النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يَنْهَيَانِكُمْ عَنْ لُحُومِ الْحُمُرِ فَأُكْفِئَتْ الْقُدُورُ بِمَا فِيهَا تَابَعَهُ عَلِيٌّ عَنْ سُفْيَانَ رَفَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَيْهِ

Anas RA. Berkata Nabi SAW. berangkat pagi pada penduduk Khoibar. Maka mereka keluar dengan membawa alat pertanian atas pundak mereka. Ketika mereka melihat pada Nabi maka mereka berseru “ini Muhammad dan bala tentaranya!! Muhammad dan bala tentaranya!!” Kemudian mereka mengungsi di bentengnya. Maka Nabi SAW. mengangkat pada kedua tangannya lalu bersabda “Allohu Akbar hancurlah khoibar!” Sesungguhnya kami ketika bertempat disuatu pelataran qoum maka jeleklah pagi hari yang dialami orang yang diperingatkan tersebut. Dan kami memperoleh himar (harta jarahan perang). Maka kami memasaknya. Lalu tukang pemberi pengumumannya Nabi SAW. berseru sesungguhnya Alloh dan Utusannya mencegah daging himar untuk kalian. Maka aku menumpahkan pada kendil (tempat memasak daging himar) beserta isinya.

2992 - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكُنَّا إِذَا أَشْرَفْنَا عَلَى وَادٍ هَلَّلْنَا وَكَبَّرْنَا ارْتَفَعَتْ أَصْوَاتُنَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ فَإِنَّكُمْ لَا تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلَا غَائِبًا إِنَّهُ مَعَكُمْ إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ تَبَارَكَ اسْمُهُ وَتَعَالَى جَدُّهُ

Abu Musa Al Asyariy RA. berkata kami pernah bersama Rosululloh SAW. naik pada lembah maka kami membaca tahlil dan takbir dengan suara keras. Maka Nabi SAW. bersabda “wahai para manusia kasihanilah diri kalian, sesungguhnya kalian tidak memanggil orang yang tuli dan tidak ghoib. Sesungguhnya Alloh bersama kalian. Sesungguhnya Alloh maha mendengar lagi dekat”.

2993 - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ حُصَيْنِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كُنَّا إِذَا صَعِدْنَا كَبَّرْنَا وَإِذَا نَزَلْنَا سَبَّحْنَا

Jabir bin Abdulloh RA. berkata kami pernah ketika kami naik (mendaki) kami Takbir dan ketika turun kami tasbih.

Intinya Nabi dan para sohabat selalu berdzikir pada Alloh dengan membaca takbir, tahlil, tasbih dsb. Dan tak perlu dengan suara keras. Kecuali orang yang haji. Menyerukan takbir ketika berperang memang dilakukan Nabi dan para sohabatnya. Dan itu juga dilakukan oleh beberapa pejuang-pejuang dinegri kita.

Senin, 19 September 2011

UNDIAN (IM)

Kembali lagi ke hadits Ibnu Majah. Kali ini saya akan membahas menghukumi dengan cara mengundi. Boleh tidak ya? Beberapa hadits yang saya temui pada Ibnu majah yaitu :



2345- حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ ، وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى ، قَالاَ : حَدَّثَنَا عَبْدُ الأَعْلَى ، حَدَّثَنَا خَالِدٌ الْحَذَّاءُ ، عَنْ أَبِي قِلاَبَةَ ، عَنْ أَبِي الْمُهَلَّبِ ، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ ، أَنَّ رَجُلاً كَانَ لَهُ سِتَّةُ مَمْلُوكِينَ ، لَيْسَ لَهُ مَالٌ غَيْرُهُمْ ، فَأَعْتَقَهُمْ عِنْدَ مَوْتِهِ ، فَجَزَّأَهُمْ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ ، فَأَعْتَقَ اثْنَيْنِ ، وَأَرَقَّ أَرْبَعَةً.

Dari Imron bin Hushoin sesungguhnya pernah ada seorang laki-laki mempunyai 6 budak. Dan orang tersebut tidak mempunyai harta selain budak itu. Maka rojul tersebut memerdekakan budak tersebut ketika akan mati. Maka Rosululloh SAW. mengundi pada mereka untuk memerdekakan yang 2 budak dan menetapkan yang 4 budak.

2346- حَدَّثَنَا جَمِيلُ بْنُ الْحَسَنِ الْعَتَكِيُّ ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الأَعْلَى ، حَدَّثَنَا سَعِيدٌ ، عَنْ قَتَادَةَ ، عَنْ خِلاَسٍ ، عَنْ أَبِي رَافِعٍ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنَّ رَجُلَيْنِ تَدَارَءَا فِي بَيْعٍ لَيْسَ لِوَاحِدٍ مِنْهُمَا بَيِّنَةٌ ، فَأَمَرَهُمَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ أَنْ يَسْتَهِمَا عَلَى الْيَمِينِ ، أَحَبَّا ذَلِكَ أَمْ كَرِهَا.

Dari Abi Huroiroh sesungguhnya 2 orang laki-laki berselisih didalam masalah jual beli. Salah satu dari keduanya tidak memiliki saksi. Maka Rosululloh SAW. perintah kepada mereka untuk mengundi pada keduanya untuk melakukan sumpah (Jika dia menang undian, dia harus bersupah atas nama Alloh). Walaupun kejadian itu menyenagkan maupun membencikan (harus menerima hukum walaupun tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya).

2347- حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَمَانٍ ، عَنْ مَعْمَرٍ ، عَنِ الزُّهْرِيِّ ، عَنْ عُرْوَةَ ، عَنْ عَائِشَةَ ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ كَانَ إِذَا سَافَرَ أَقْرَعَ بَيْنَ نِسَائِهِ

Dari Aisyah sesungguhnya Nabi SAW. ketika bepergian maka Nabi mengundi pada Istri-istrinya Nabi (untuk ikut pergi bersama Nabi)

2348- حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ ، أَخْبَرَنَا الثَّوْرِيُّ ، عَنْ صَالِحٍ الْهَمْدَانِيِّ ، عَنِ الشَّعْبِيِّ ، عَنْ عَبْدِ خَيْرٍ الْحَضْرَمِيِّ ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ ، قَالَ : أُتِيَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ وَهُوَ بِالْيَمَنِ ، فِي ثَلاَثَةٍ قَدْ وَقَعُوا عَلَى امْرَأَةٍ فِي طُهْرٍ وَاحِدٍ ، فَسَأَلَ اثْنَيْنِ ، فَقَالَ : أَتُقِرَّانِ لِهَذَا بِالْوَلَدِ ؟ قَالاَ : لاَ ، ثُمَّ سَأَلَ اثْنَيْنِ ، فَقَالَ : أَتُقِرَّانِ لِهَذَا بِالْوَلَدِ ؟ قَالاَ : لاَ ، فَجَعَلَ كُلَّمَا سَأَلَ اثْنَيْنِ : أَتُقِرَّانِ لِهَذَا بِالْوَلَدِ ؟ قَالاَ : لاَ ، فَأَقْرَعَ بَيْنَهُمْ ، فَأَلْحَقَ الْوَلَدَ بِالَّذِي أَصَابَتْهُ الْقُرْعَةُ ، وَجَعَلَ عَلَيْهِ ثُلُثَيِ الدِّيَةِ ، فَذُكِرَ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ , فَضَحِكَ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ

Zaid bin Arqom berkata Ali bin Abu Mutholib yang berada di Yaman didatangkan 3 orang (anggap namanya A, B, C) yang telah menjima’ pada seorang budak perempuan mereka didalam sucian yang satu. Maka Ali bertanya pada A dan B apakah kamu berdua mengakui ini anak C? keduanya berkata tidak. Kemudian Ali bertanya pada A dan C apakah kamu berdua mengakui ini anak B? keduanya berkata tidak. Maka ketika Ali bertanya pada B dan C apakah kamu berdua mengakui ini anak A? keduanya berkata tidak, maka Ali mengundi diantara mereka. Lalu memberika anak pada orang yang mendapatkan undian. Dan Ali menjadikan atasnya membayar 2/3 dari harga budak. (masing-masing yang kalah undian mendapatkan 1/3). Cerita tersebut dilaporkan pada Nabi SAW. maka Nabi tertawa hingga tampak gigi grahamnya Nabi.

Jadi kesimpulannya undian boleh dilakukan. Tapi didalam hukum harus ada syaratnya! Jika pada hukum tersebut tidak ada saksi. Atau menemui jalan buntu pada suatu perselisihan.

Minggu, 18 September 2011

GONCENGAN

Di dalam bukhori ternyata dijelaskan dari beberapa hadits mengenai goncengan. Beberapa hadits yang menjelaskan hal tersebut yaitu hadits-hadits yang saya tuliskan dibawah ini :


2984 - حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ الْأَسْوَدِ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ يَرْجِعُ أَصْحَابُكَ بِأَجْرِ حَجٍّ وَعُمْرَةٍ وَلَمْ أَزِدْ عَلَى الْحَجِّ فَقَالَ لَهَا اذْهَبِي وَلْيُرْدِفْكِ عَبْدُ الرَّحْمَنِ فَأَمَرَ عَبْدَ الرَّحْمَنِ أَنْ يُعْمِرَهَا مِنْ التَّنْعِيمِ فَانْتَظَرَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَعْلَى مَكَّةَ حَتَّى جَاءَتْ

Sesungguhnya Aisyah RA. berkata ya Rosululloh para sohabatmu telah kembali dengan membawa pahala haji dan umroh. Dan aku belum menambah pada haji. Maka Nabi bersabda pada Aisyah kamu pergilah dan hendaklah Abdurrochman (Saudara Aisyah) membonceng kamu. Maka perintah pada Abdurochman untuk mengantar umroh dari tanah tan’im (Tanah halal terdekat dari kota mekah). Maka Rosululloh SAW. menunggunya di ujung Mekah hingga Aisyah datang. (Haji Ifradh)

2985 - حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ أَوْسٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ أَمَرَنِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أُرْدِفَ عَائِشَةَ وَأُعْمِرَهَا مِنْ التَّنْعِيمِ

Abdurrochman bin Abu bakr Ashidiqi RA. Berkata Nabi SAW. perintah pada ku untuk membonceng pada Aisyah dan mengantarkan Aisyah umroh dari tanah tan’im (Sebagai Miqot).

2986 - حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنْتُ رَدِيفَ أَبِي طَلْحَةَ وَإِنَّهُمْ لَيَصْرُخُونَ بِهِمَا جَمِيعًا الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ

Anas RA. Berkata Aku pernah menggonceng Abu tholhah dan sesungguhnya mereka membaca talbiyah dengan keras untuk haji dan umroh sekaligus (Haji Qiron)

2987 - حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا أَبُو صَفْوَانَ عَنْ يُونُسَ بْنِ يَزِيدَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكِبَ عَلَى حِمَارٍ عَلَى إِكَافٍ عَلَيْهِ قَطِيفَةٌ وَأَرْدَفَ أُسَامَةَ وَرَاءَهُ

Dari Zaid RA. Sesungguhnya Rosululloh SAW. naik himar diatas pelana dari selimut dan Nabi membonceng usamah dibelakangnya.

2988 - حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ قَالَ يُونُسُ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقْبَلَ يَوْمَ الْفَتْحِ مِنْ أَعْلَى مَكَّةَ عَلَى رَاحِلَتِهِ مُرْدِفًا أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ وَمَعَهُ بِلَالٌ وَمَعَهُ عُثْمَانُ بْنُ طَلْحَةَ مِنْ الْحَجَبَةِ حَتَّى أَنَاخَ فِي الْمَسْجِدِ فَأَمَرَهُ أَنْ يَأْتِيَ بِمِفْتَاحِ الْبَيْتِ فَفَتَحَ وَدَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَعَهُ أُسَامَةُ وَبِلَالٌ وَعُثْمَانُ فَمَكَثَ فِيهَا نَهَارًا طَوِيلًا ثُمَّ خَرَجَ فَاسْتَبَقَ النَّاسُ وَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ أَوَّلَ مَنْ دَخَلَ فَوَجَدَ بِلَالًا وَرَاءَ الْبَابِ قَائِمًا فَسَأَلَهُ أَيْنَ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَشَارَ لَهُ إِلَى الْمَكَانِ الَّذِي صَلَّى فِيهِ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ فَنَسِيتُ أَنْ أَسْأَلَهُ كَمْ صَلَّى مِنْ سَجْدَةٍ

Dari Abdullah RA. Sesungguhnya Rosululloh SAW. menghadap di hari kemenangan Mekah dari tanah tinggi Mekah dengan membonceng usamah bin Zaid pada kendaraan Nabi. Dan Nabi bersama Bilal, Utsman bin Tholhah (juru kunci ka’bah) dari tanah Hajabah hingga memarkirkan kendaraannya di masjid. Maka Nabi perintah supaya didatangkan kuncinya ka’bah. Maka Utsman membuka dan Rosululloh SAW. masuk pada ka’bah dan Nabi masuk bersama Usamah, Bilal, Utsman. Maka Nabi didalam ka’bah sepanjang siang kemudian keluar. Maka Manusia balapan masuk ka’bah dan Abdulloh bin Umar adalah orang yang pertama masuk. Maka belau menjumpai Bilal berdiri dibelakang pintu. Maka Abdulloh Tanya pada Bilal dimana Rosululloh SAW. sholat? Maka Bilal isyaroh pada tempat Nabi solat. Abdulloh berkata aku lupa Tanya pada Bilal berapa roka’at sholatnya Nabi saat itu?

Hebatya goncengan saja sampai dimasukan ke dalam hadits! Jelas goncengan disini dari hadits-hadits diatas hanya pada orang yang berjenis kelamin sama (pria dengan pria) dan saudara perempuannya. Intinya selama masih makhrom TIDAK BAHAYA!!!

Sabtu, 17 September 2011

BEKAL

Sudah lama sekali tidak share ilmu. Mumpung ada kesempatan hari ini aku share beberapa ilmu yang baru saya dapat. Kali ini pada hadits bukhori. Yaitu mengenai bekel. Cek beberapa hadits bukhori dibawah ini.



2979 - حَدَّثَنَا عُبَيْدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ هِشَامٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبِي وَحَدَّثَتْنِي أَيْضًا فَاطِمَةُ عَنْ أَسْمَاءَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ صَنَعْتُ سُفْرَةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْتِ أَبِي بَكْرٍ حِينَ أَرَادَ أَنْ يُهَاجِرَ إِلَى الْمَدِينَةِ قَالَتْ فَلَمْ نَجِدْ لِسُفْرَتِهِ وَلَا لِسِقَائِهِ مَا نَرْبِطُهُمَا بِهِ فَقُلْتُ لِأَبِي بَكْرٍ وَاللَّهِ مَا أَجِدُ شَيْئًا أَرْبِطُ بِهِ إِلَّا نِطَاقِي قَالَ فَشُقِّيهِ بِاثْنَيْنِ فَارْبِطِيهِ بِوَاحِدٍ السِّقَاءَ وَبِالْآخَرِ السُّفْرَةَ فَفَعَلْتُ فَلِذَلِكَ سُمِّيَتْ ذَاتَ النِّطَاقَيْنِ

Dari Asma’ aku membuat bekal bepergian Rosululloh SAW. didalam rumah Abi Bakr ketika Nabi menghendaki hijroh ke Madinah. Asma’ berkata maka aku tidak menjumpai untuk bekal dan juga tidak untuk minum yang mengikat pada keduanya (tali tempat makan dan minum). Maka Aku berkata pada Abi Bakr demi Alloh aku tidak menjmpai sesuatu untuk mengikat pada makanan dan minuman kecuali stagenku. Abi Bakr berkata membelahlah engkau pada stagen menjadi 2 bagian. Maka mengikatlah 1 stagen pada tempat minum dan stagen yang lain pada bekal. Maka aku mengerjakannya karena itu aku disebut perempuan yang mempunyai 2 stagen ( ذَاتَ النِّطَاقَيْنِ )

2980 - حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو قَالَ أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كُنَّا نَتَزَوَّدُ لُحُومَ الْأَضَاحِيِّ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمَدِينَةِ

Jabir berkata Aku berbekal daging qurban pada zaman Nabi SAW. menuju Madinah (Hijroh ke Madinah).

2983 - حَدَّثَنَا صَدَقَةُ بْنُ الْفَضْلِ أَخْبَرَنَا عَبْدَةُ عَنْ هِشَامٍ عَنْ وَهْبِ بْنِ كَيْسَانَ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ خَرَجْنَا وَنَحْنُ ثَلَاثُ مِائَةٍ نَحْمِلُ زَادَنَا عَلَى رِقَابِنَا فَفَنِيَ زَادُنَا حَتَّى كَانَ الرَّجُلُ مِنَّا يَأْكُلُ فِي كُلِّ يَوْمٍ تَمْرَةً قَالَ رَجُلٌ يَا أَبَا عَبْدِ اللَّهِ وَأَيْنَ كَانَتْ التَّمْرَةُ تَقَعُ مِنْ الرَّجُلِ قَالَ لَقَدْ وَجَدْنَا فَقْدَهَا حِينَ فَقَدْنَاهَا حَتَّى أَتَيْنَا الْبَحْرَ فَإِذَا حُوتٌ قَدْ قَذَفَهُ الْبَحْرُ فَأَكَلْنَا مِنْهُ ثَمَانِيَةَ عَشَرَ يَوْمًا مَا أَحْبَبْنَا

Jabir berkata kami keluar dan kami berjumlah 300 orang kami membawa perbekalan pada pundak kami (ransel). Maka bekal kami habis. Sehingga ada seorang laki-laki dari kami hanya makan pada 1 kurma. Seorang laki-laki berkata ya Aba Abdillah (julukan Jabir) dimana kurma yang ada pada orang laki-laki yang lapar tadi. Jabir berkata niscaya sungguh-sungguh kami menjumpai habis bekalnya orang laki-laki tadi ketika bekal kami habis. Sehingga kami datang pada laut dan ketika itu laut itu membuang pada ikan (ikan besar). Maka kami makan dari ikan tersebut selama 18 hari kami senang dengan makanan ini.

Walaupun kita memasrahkan diri kepada Alloh ketika bepergian tapi kita harus ada usaha untuk persiapan jika terjadi sesuatu. Seperti yang difirmankan Alloh SWT. Pada Surat Al Baqoroh ayat 197

(#rߊ¨rts?ur  cÎ*sù uŽöyz ÏŠ#¨9$# 3uqø)­G9$# 4 Èbqà)¨?$#ur Í<'ré'¯»tƒ É=»t6ø9F{$# ÇÊÒÐÈ

Berbekallah, dan Sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa ) bekal yang cukup agar dapat memelihara diri dari perbuatan hina atau minta-minta selama perjalanan haji  (dan bertakwalah kepada-Ku Hai orang-orang yang berakal.

Selasa, 06 September 2011

HUKUM bag 2 (IM)

Masih melanjutkan hukum-hukum yang terdapat dalam hadits Ibnu Majah. Menyambung postingan yang kemarin baru 2 contoh hukum. Sekarang hukum 3&4 yaitu :


3.   Hukumnya memecahkan barang orang lain

2334- حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى ، حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ ، حَدَّثَنَا حُمَيْدٌ ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ، قَالَ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ عِنْدَ إِحْدَى أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِينَ ، فَأَرْسَلَتْ أُخْرَى بِقَصْعَةٍ فِيهَا طَعَامٌ ، فَضَرَبَتْ يَدَ الرَّسُولِ ، فَسَقَطَتِ الْقَصْعَةُ فَانْكَسَرَتْ ، فَأَخَذَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ الْكِسْرَتَيْنِ ، فَضَمَّ إِحْدَاهُمَا إِلَى الأُخْرَى ، فَجَعَلَ يَجْمَعُ فِيهَا الطَّعَامَ ، وَيَقُولُ : غَارَتْ أُمُّكُمْ ، كُلُوا ، فَأَكَلُوا ، حَتَّى جَاءَتْ بِقَصْعَتِهَا الَّتِي فِي بَيْتِهَا ، فَدَفَعَ الْقَصْعَةَ الصَّحِيحَةَ إِلَى الرَّسُولِ ، وَتَرَكَ الْمَكْسُورَةَ فِي بَيْتِ الَّتِي كَسَرَتْهَا

Anas Ibni Malik berkata Nabi SAW. berada di sisi salah satu Ibunya Orang Iman (A). Lalu Ibunya orang iman yang lain (B) mengutus dengan tempat yang didalamnya makanan. Maka (A) memukul tangannya utusan (B) itu. Maka wadahnya jatuh dan pecah. Maka Rosululloh SAW. mengambil pecahan dan mengumpulkan pada salah satu keduanya pada yang lainnya. Lalu mengumpulkan makanan didalam wadah dan Nabi bersabda cemburu Ibu kalian maka makanlah!. Lalu mereka makan. Sehingga (A) datang dengan wadah yang didalam rumahnya. Maka Nabi menyerahkan wadah yang utuh pada utusan (B) dan meninggalkan yang pecah didalam rumah yang memecahkan pada wadah

4.   Hukum meletakan barang pada pagar tetangga.

2335- حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ ، وَمُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ ، قَالاَ : حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ ، عَنِ الزُّهْرِيِّ ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الأَعْرَجِ ، قَالَ : سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ ، يَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ ، قَالَ : إِذَا اسْتَأْذَنَ أَحَدَكُمْ جَارُهُ أَنْ يَغْرِزَ خَشَبَهُ فِي جِدَارِهِ ، فَلاَ يَمْنَعْهُ , فَلَمَّا حَدَّثَهُمْ أَبُو هُرَيْرَةَ , طَأْطَؤُوا رُؤُوسَهُمْ ، فَلَمَّا رَآهُمْ ، قَالَ : مَا لِي أَرَاكُمْ عَنْهَا مُعْرِضِينَ ، وَاللَّهِ لأَرْمِيَنَّ بِهَا بَيْنَ أَكْنَافِكُمْ.

Abi Huroiroh menyampaikan hadits dari Nabi SAW. yang bersabda ketika tetangga meminta idzin pada salah satu kalian untuk menancapkan kayu pada pagarnya maka janganlah mencegah pada tetangga itu. Maka ketika Abu Huroiroh bercerita hadits ini pada mereka, mereka sama menundukan kepala (tidak memperhatikan). Maka ketika Aba Huroiroh melihat mereka, AbaHuroiroh berkata : apa yang membuat kalian berpaling dari hadits ini. Demi Alloh! Niscaya aku melempar sungguh dengan hadits antara tulang belikat kalian (Aku akan tetep menyampaikan hadits ini walupun kalian berpaling).

Senin, 05 September 2011

HUKUM bag 1 (IM)

Saya menemukan beberapa hadits hukum yang menjelaskan beberapa kejadian yang sering dialami. Memang hukum dinegara kita berbeda. Tapi minimal kita mengetahui hukum islam yang sebenarnya. Ini beberapa hukum islam yang saya pelajari dari Ibnu Majah.



1.    Hukum ketika keduanya tidak ada yang mempunyai saksi.

2329- حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ ، حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ ، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي عَرُوبَةَ ، عَنْ قَتَادَةَ ، عَنْ خِلاَسٍ ، عَنْ أَبِي رَافِعٍ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنَّهُ ذَكَرَ أَنَّ رَجُلَيْنِ ادَّعَيَا دَابَّةً ، وَلَمْ يَكُنْ بَيْنَهُمَا بَيِّنَةٌ ، فَأَمَرَهُمَا النَّبِيُّ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ أَنْ يَسْتَهِمَا عَلَى الْيَمِينِ.

Dari Abi Huroiroh menuturkan sesungguhnya 2 orang laki-laki mengaku pada binatang dan keduanya tidak ada saksi. Maka Nabi SAW. perintah pada keduanya supaya mengundi pada keduanya untuk melaksanakan sumpah.

2.   Hukum ketika binatang ternaknya merusak.

2332- حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ الْمِصْرِيُّ ، أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ ، أَنَّ ابْنَ مُحَيِّصَةَ الأَنْصَارِيَّ أَخْبَرَهُ ، أَنَّ نَاقَةً لِلْبَرَاءِ كَانَتْ ضَارِيَةً ، دَخَلَتْ فِي حَائِطِ قَوْمٍ ، فَأَفْسَدَتْ فِيهِ ، فَكُلِّمَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ فِيهَا ، فَقَضَى أَنَّ حِفْظَ الأَمْوَالِ عَلَى أَهْلِهَا بِالنَّهَارِ ، وَعَلَى أَهْلِ الْمَوَاشِي مَا أَصَابَتْ مَوَاشِيهِمْ بِاللَّيْلِ

Sesungguhnya Ibna Muhammad bangsa Anshor menghabari sesunggunhya untanya Baro’ lepas lalu unta itu masuk pada kebunnya koum maka merusak pada kebun. Maka dilaporkan pada Rosululloh SAW. didalam urusan unta. Maka Nabi menghukumi sesungguhnya pemilik menjaga pada beberapa hartanya diwaktu siang. Dan atas ahli ternak terhadap apa-apa yang merusak binatang ternak diwaktu malam.

.

Minggu, 04 September 2011

SUMPAH DUSTA

Alhamdulillah, saya bisa menulis kembali. Untuk teman-teman yang sekarang baru mau pulang mudik semoga sampai dengan selamat. Kali ini saya akan melanjutkan menulis masih dari hadits Ibnu Majah melanjutkan postingan kemari. Kemarin mengenai hakim sekarang mengenai sumpah dusta. Ini beberapa hadits ibnu majah yang menjelaskan orang yang bersumpah dusta :


2325- حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ رَافِعٍ ، حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ (ح) وَحَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ ثَابِتٍ الْجَحْدَرِيُّ ، حَدَّثَنَا صَفْوَانُ بْنُ عِيسَى ، قَالاَ : حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ هَاشِمٍ , عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ نِسْطَاسٍ , عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ , قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ : مَنْ حَلَفَ بِيَمِينٍ آثِمَةٍ عِنْدَ مِنْبَرِي هَذَا , فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ , وَلَوْ عَلَى سِوَاكٍ أَخْضَرَ

Dari Jabir Ibnu Abdillah berkata : Rosululloh SAW. bersabda barang siapa yang sumpah dengan sumpah yang berdosa (berdusta) disisi mimbarku yang ini, maka hendaklah dia bertempat pada tempat duduk di neraka. Walaupun sumpah atas siwak yang masih basah.

2326- حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى ، وَزَيْدُ بْنُ أَخْزَمَ ، قَالاَ : حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ بْنُ مَخْلَدٍ ، حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ يَزِيدَ بْنِ فَرُّوخَ ، قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى : وَهُوَ أَبُو يُونُسَ الْقَوِيُّ , قَالَ : سَمِعْتُ أَبَا سَلَمَةَ يَقُولُ : سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ : لاَ يَحْلِفُ عِنْدَ هَذَا الْمِنْبَرِ عَبْدٌ وَلاَ أَمَةٌ عَلَى يَمِينٍ آثِمَةٍ ، وَلَوْ عَلَى سِوَاكٍ رَطْبٍ ، إِلاَّ وَجَبَتْ لَهُ النَّارُ

Aba Huroiroh berkata Rosululloh SAW. bersabda tidak sumpah sorang hamba laki-laki dan hamba permepuan di mimbarku yang ini walaupun atas siwak yang basah kecuali wajib bagi hamba tersebut di neraka.

Hati- hatilah dalam bersumpah !!!
Jika memang bukan haknya JANGAN COBA-COBA

Label